Penulis Wajib Mengetahui Penyebab dan Cara Mengatasi Writer’s Block

Penyebab dan Cara Mengatasi Writer's BlockWriter’s block merupakan istilah yang tidak asing lagi bagi penulis. Masalah ini sering dialami oleh penulis lama atau baru. Ada saat seseorang penulis tidak dapat meneruskan kegiatan menulisnya. Kondisi ini sering membuat seorang penulis merasa stres.

Seseorang akan merasa kehabisan ide untuk dituangkan dalam tulisan. Ada juga orang yang bingung mengembangkan ide yang sudah ada. Tidak jarang writer’s block malah menyebabkan tulisan tidak selesai.

Tanda-tanda Writer’s Block

Apakah Anda sering mengalami writer’s block? Silakan cek kembali apakah tanda-tanda di bawah ini sering muncul?

  1. Tidak semangat menulis

Seorang penulis pasti menyukai kegiatan menulis. Namun, ketika tiba-tiba merasa tidak semangat menulis, mungkin Anda sedang mengalami writer’s block. Ada kalanya, seorang penulis sudah menghabiskan waktu cukup lama, tetapi tidak menghasilkan tulisan. Bukan hal mustahil keadaan ini akan membuat rasa malas muncul.

  1. Sulit untuk fokus

Pada saat menulis, mungkin saja ada berbagai gangguan. Seseorang yang terkena writer’s block akan kesulitan untuk fokus kembali. Walau sudah mengatasi gangguan tersebut, tetapi konsentrasinya menjadi hilang.

  1. Cepat merasa lelah

Kondisi writer’s block sering membuat Anda merasa lelah. Pikiran yang terlalu dipaksa pada akhirnya akan membuat ide kreatif semakin buntu. Kegiatan menulis pun jadi tidak maksimal.

  1. Sering merasa kehabisan ide

Saat mengalami writer’s block, Anda akan merasa jika ide yang ditemukan tidak menarik. Bahkan tidak mustahil tidak menemukan satu ide pun walau sudah berusaha mencari inspirasi.

Penyebab Writer’s Block

Kebuntuan menulis dapat terjadi kapan saja. Walau sudah memiliki kerangka karangan atau outline, penulis dapat tiba-tiba merasa tidak dapat melanjutkan tulisannya. Berikut adalah penyebab munculnya writer’s block.

  1. Cemas

Seorang penulis dapat mengalami writer’s block karena cemas tulisannya tidak disukai pembaca. Ketakutan juga kerap muncul karena adanya pikiran karyanya tidak ada yang membaca, naskahnya ditolak penerbit, mendapat kritik dari orang lain, atau hal lainnya.

  1. Sikap perfeksionis

Writer’s block dapat terjadi karena standar yang dibuatnya terlalu tinggi. Ekspektasi yang terlalu berlebihan akan membuat seorang penulis merasa kurang terus. Ini mengakibatkan naskahnya tidak selesai karena selalu merasa salah, kurang, dan tidak sempurna.

  1. Faktor eksternal

Tekanan dari luar dapat menyebabkan writer’s block. Misalnya saat seorang penulis mendapat kritik dari pembaca atau editor, lalu tidak dapat menetralisir perasaannya. Ini akan membuat semangatnya menurun, kemudian mengalami kesulitan untuk kembali menuangkan idenya dalam tulisan.

Cara Mengatasi Writer’s Block

Writer’s block biasanya akan dapat segera diatasi dengan melakukan beberapa hal, di antaranya:

  1. Istirahat

Ambillah waktu istirahat sejenak. Ini akan membuat pikiran Anda menjadi lebih segar dan semangat lagi untuk menulis.

  1. Melakukan hal lain yang menyenangkan

Writer’s block dapat diatasi dengan melakukan kegiatan lain yang menyenangkan. Misalnya Anda dapat melakukan olahraga favorit atau hobi lainnya agar semangat menulis kembali.

  1. Menulis tema lain

Jika Anda merasa jenuh dengan tema tulisan yang sedang dikerjakan, maka pilihlah tema lain sebagai selingan. Misalnya, ketika writer’s block hadir saat menulis artikel, maka Anda dapat menulis hal yang lebih ringan seperti puisi, cerpen atau quotes.

  1. Menghindari hal-hal yang akan mengganggu konsentrasi

Ada beberapa hal yang dapat mengganggu konsentrasi saat menulis. Misalnya HP, suasana yang gaduh, lapar atau hal lainnya. Setelah Anda mencari tahu penyebab writer’s block muncul, maka hindarilah hal-hal tersebut dengan mengatasinya terlebih dahulu.

  1. Membaca buku atau literatur lainnya

Membaca akan membuat inspirasi muncul. Ketika seorang penulis mengalami writer’s block, dapat membaca literatur yang berkaitan dengan tema yang dituliskan. Penulis bisa juga membaca hal lain yang tidak berhubungan dengan tema yang dituliskan agar pikiran kembali segar.

  1. Membuat target menulis

Target menulis akan membantu Anda termotivasi untuk menyelesaikan tulisan. Writer’s block bisa terjadi karena Anda tidak memiliki target yang pasti. Sehingga akan menunda-nunda pekerjaan. Inilah yang menyebabkan kebuntuan muncul dan mempengaruhi terhadap date line (DL).

  1. Menulis dengan teknik free writing

Salah satu teknik yang banyak digunakan penulis pada saat mengalami writer’s block adalah dengan melakukan free writing. Anda dapat menuliskan semua yang ada dalam pikiran tanpa perlu memperhatikan kaidah penulisan. Tulislah semua perasaan, pikiran atau keinginan tanpa melakukan edit. Cara ini dinilai efektif karena akan menyalurkan emosi negatif dalam diri penulis dan menggantinya dengan energi positif.

Demikianlah pembahasan mengenai writer’s block. Jangan khawatir jika Anda mengalaminya. Segeralah selesaikan masalah agar kegiatan menulis tetap berjalan dengan lancar. Selamat mencoba!

 

Tinggalkan komentar