Kenangan Sepuluh Hari Bersama Kung

Rp86.000

Kondisi: Baru
Berat satuan: 250 gr
Kategori: Buku, Memoar
Warna: Hitam Putih

Deskripsi

Kenangan Sepuluh Hari Bersama Kung

Beti MC.

 

Papa, aku memanggil beliau dengan sebutan itu, tetapi sejak kami beranak pinak, sebutannya menjadi Kung.

Ya, maksudnya Akung Zamrud, nama panggilan barunya yagn disertai nama jalan rumah kami. Itu disematkan karena cucu-cucu punya banyak Kung. Walhasil, aku pun ikut-ikutan menggunakan Bahasa Kung saat memanggil beliau.

Berpulang dalam kedamaian saat Minggu pagi, 18 Desember 2016, persis tujuh hari sebelum Kung ulang tahun ke 75. Tentu, umur bukan hak kami manusia mengaturnya, kami berserah pada pemberian Yang Kuasa. Tak pernah terbayang bahwa kami, anak-anak, mantu, dan cucu sudah dalam formasi komplit jauh hari sebelum Natal. Hal yang tidak pernah terjadi karena biasanya kami baru pulang sehari sebelumnyakarena alasan cuti yang mepet.

Jadi, kalau di tahun 2016 aku menyebutnya sebagai “Natal yang DIpercepat”, itu bukan alasan. Kami bersiap menghadiri peristiwa penting dalam kehidupan kami, melepas kecintaan kami pada Kung setelah berjuang keras untuk melewati tahapan perawatan.

“Wes tak serahno kabeh tugasku.”

Ungkapan jelas dan ikhlasnya padauk saat beliau dalam perjalanan untuk menjalani kateterisasi. Sebuah doa dan wujud pamit yang tak kusadari sampai hampir setahun mengenangnya.

 

Sugeng tindak, Kung, rumah hijau baru telah menantimu.

Bahagia di surga mulia Bersama Mas Kris.

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Kenangan Sepuluh Hari Bersama Kung”